[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1995

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Betty Purwandari

    Emulasi protokol 2-phase commit pada sistem basis data terdistribusi berbasis isis

    Dimasa yang akan datang, sistem basis data terdistribusi diperkirakan akan menggantikan sistem basis data tersentralisasi, karena sistem basis data terdistribusi memiliki beberapa kelebihan yang sangat menunjang suatu organisasi yang daerah operasinya tersebar. Di samping kelebihan tersebut, sistem basis data terdistribusi menurut penanganan yang lebih rumit dibandingkan sistem yang tersentralisasi, seperti pemeliharaan keatomikan dan durability transaksi yang melibatkan beberapa site, dimana ada site yang mengalami kegagalan. Salah satu cara untuk menjamin keatomikan dan durability tersebut adalah dengan mengembangkan protokol 2-phase Commit (2PC). Protokol 2PC ayng ditunjang oleh protokol terminasi dan pemulihan, serta penulisan log yang sesuai kesepakan yang telah dicapai site lain. Walaupun 2PC dapat diandalkan dalam proses pemulihan, protokol tersebut tidak dapat mencegah blocking yang terjadi jika koordinattor transaksi mengalami kegagalan sebelum keputusan globalnya diketahui seluruh partisipan. Blocking dapat dihindari apabila sistem mampu memilih koordinator baru yang akan memulai kembali proses commit, dan tidak ada partisipan yang gagal; pada saat itu. Tugas akhir ini merupakan emulasi 2PC tersebut diatas, yang diterapkan pada aplikasi EFT (Electronic Fund Transfer). Emulasi dikembangkan dengan memanfaatkan ISIS, suatu tool pemrograman terdistribusi yang dilengkapi dengan fasilitas grup proses dan pengiriman pesan CBCAST

  2. Budi Setiadi

    Improver: Suatu Alat Penguji Mutasi Otomatis yang dapat Memberikan Alternatif Perbaikan Terhadap kesalahan Program Uji

    Ketika pengujian mendeteksi kesalahan pada program uji coba, maka dilakukan langkah perbaikan terhadap kesalahan program itu. Langkah ini dapat menjadi penghambat karena pengujian akan dihentikan menunggu program selesai diperbaiki.

    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan Improver, yaitu suatu alat penguji otomatis berdasarkan teknik mutasi yang diahrapkan dapat memberkan alternatif perbaikan pada kesalahan program selama kondisinya memungkinkan. Dengan demikian, langkah perbaikan dapat dihindari.

    Terhadap program P, teknik mutasi akan menghasilkan himpunan mutan. Data tes T dikembangkan untuk membunuh mutan tersebut. Mutan terbunuh jika keluarannya berbeda dengan yang diharapkan. Jika program P ikut terbunuh maka dideteksi kesalahan pada program P. Jika kesalahan itu dapat di modelkan secara langsung dengan mutasi, Improver akan mengusulkan mutan yang masih hidup sebagai alternatif perbaikan bagi kesalahan program P.

    Kesimpulan penelitian ini adalah: (1) Improver dapat memberikan alternatif perbaikan pada kesalahan program jika kesalahan tersebut dapat dimodelkan secara langsung dengan mutasi. (2). Improver dapat mendetekdi kesalahan program walaupun tidak selalu dapat memperbaikinya. (3). Improver memiliki beberapa kelemahan yang dapat diatasi dengan pengembangan lebih lanjut.

    DAFTAR PUSTAKA

      [Abdat93] Abdat, S., "Towards Automatic Error Correction Using Mutation
    	    Technique", Jakarta: Faculty of Computer Science University of
    	    Indonesia, 1993. 10p, Unpublished.
      [Beize]   Beizer, B., Software Testing Techniques, 2nd ed, New York: Van
    	    Nostrand Reinhold Company, 1990, xxvi+550 p.
      [Berto91] Bertolino, A., "An Overview of Automated Software Testing", J
    	    System Software, Vol. 15:133-138. (1991).
      [Choi89]  Choi, B.J., Demillo, R.A., Krauser, E.W., Martin, R.J., Mathur,
    	    A.P., Offut, A.J., Pan, H., and Spafford, E.H., "The Mothra Tool
    	    Conference on System Sciences, Kona, January 1989, pp.275-284.
      [Coi93]   Choi, B.J. and Mathur, A.P., "High Performance Mutation 
      	    Testing", J System Software, February 1993, Vol.20:135-152.
      [DeMil78] Demillo, R.A., Lipton, R.J., and Sayward, G., "Hints on Test Data 
    	    Selection: Help for the Praciticing Programmer", IEEE Computer,
    	    11, April 1978, pp. 34-41.
      [Gerha75] Gerhart, S.L. and Goodenough, J.B., "Toward a Theory of Test Data 
    	    Selection", IEEE Transaction on Software Engineering, June 1975,
    	    Vol 1 (2): 156-173.
      [Howde82] Howden, W.E., "Weak Mutation Testing and Completeness of Test 
    	    Sets", IEEE Transaction on Software Engineering, July 1982, Vol.
    	    8 (4): 371-379.
      [Press92] Pressman, R.S., Software Engineering: A Practitioner's Approach.
    	    3 rd ed, New York: McGraw-Hill, Inc. 1992, xxi+793 p.
      [Mille81] Miller, E., "Introduction to Software Testing Technology", in:
    	    Software Testing and Evaluation, Menlo Park, Calif: The Benjamin
    	    Cummings, 1981, pp.4-16.
      [Myers79] Myers, G.J., The Art of Software Testing, New York: John Wiley
    	    and Son, 1979, xi+177 p.
      [Offut94] Offut, A.J., and Lee, S.D., "An Empirical Evaluation of Weak 
    	    Mutation", IEEE Transaction on Software Engineering, May 1994,
    	    Vol.20(5):337-344.
      [Weyuk86] Weyuker, E.J., "Axiomatizing Software Test Data Adequecy", IEEE
    	    Transaction on Software Engineering, December 1986, Vol.12 (12):
    	    1128-1138.
      [Weyuk88] Weyuker, E.J., "The Evaluation of Program-Based Software Test Data
    	    Adequacy Criteria", Communcation of the ACM, June 1988, Vol.31
    	    (6): 668-675.
    

  3. Dirk Pieter Siegers

    Representasi kematangan proses pengembangan perangkat lunak dalam skala industri dengan menggunakan pendekatan berorientasi obyek

    Model kematangan kemampuan(Capability Maturity Model-CMM) merupakan suatu model untuk mengukur serta meningkatkan kematangan manajemen suatu pengembang perangkat lunak dalam menghasilkan produk yang bermutu. Jika pengembang menerapkan model ini maka manajemen dan kualitas produk yang dihasilkan, akan semakin baik. Pada model ini, tingkat kematangan manajemen pengembang dalam mengembangkan perangkat lunak, dibagi menjadi 5 tingkatan Tingkat I merupakan manajemen yang terburuk dan tingkat 5 merupakan manajemen yang terbaik. Dalam tugas akhir yang dibuat,akan mempresentasikan proses-proses yang harus dilakukan jika pengembang perangkat lunak akan berpindah dari tingkat 3 ke tingkat 4, melalui pendekatan berorientasi obyek. Reprensentasi tersebut akan dituangkan dalam model yang berorientasi obyek dan kemudian diimplementasikan dalam sebuah alat bantu. melalui alat bantu tersebut, pemakai akan dipandu dalam melaksanakan proses-proses yang harus dilakukan jika akan berpindah dari tingkat 3 ke tingkat 4.

  4. Ibnu Rasid

    Analisa unjuk kerja algorirme paralel pencari nilai eigen dari matrix tridiagonal simetri

    Komputasi paralel merukan salah satu bidang yang relatif masih baru dalam dunia komputer. Komputasi paralel dapat memberikan terobosan dalam penyelesaian masalah-masalah secara jauh lebih cepat dari komputer tercepat yang ada sekarang. Dalam aplikasinya, komputasi pararel dimanfaatkan antara lain untuk memecahkan masalah-masalah matematik, antaralain mencari nilai eigen dari matrik tridiagonal simetri. Pencarian nilai eigen dari matrik tridiagonal simetri melibatkan metode pencarian akar dan dapat diselesaikan dengan menggunakan algoritme paralel. Tulisan ini membahas perbandingan metode mencari akar dan analisa unjuk kerja algoritma paralel pencari nilai eigen dari matrik tridiagonal simetrik. Sistem komputer yang digunakan adalah TransPAU, Sistem Komputer paralel berbasis Message-Parsing. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa bisection method mempunyai order konvergensi yang paling lambat, dan metode regula falsi membutuhkan running times terkecil secara keseluruhan. Penggunaan komputer parallel dapat meningkatkan daya komputasi. Semakin banyak jumlah proses yang digunakan, mengakibatkan jumlah waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah semakin kecil. Tetapi hal ini diiringi dengan menurunnya efisiensi.

  5. Hestina Sinaga

    Pembangkit skema basisdata relasional dalam pemodelan sistem berorientasi objek

    Metodologi rakayasa perangkat lunak berorientasi objek (Object-oriented OO) membagi pengembangan perangkat lunak dalam beberapa tahapan yaitu analis, perancangan, implementasi dan perawatan. Setiap tahapan dapat dibantu dengan alat bantu rekayasa perangkat lunak (Computer Aided Software Engineering-CASE tool). Metodologi yang ada belum mempunyai satu kesatuan bakuan baik dalam terminologi maupun notasinya. Selanjutnya tulisan ini mengacu pada metodologi berorientasi objek (BO) yang mutakhir yang dikemukanan oleh Peter Coad dan Edward Yourdon pada tahun 1990. Saat ini alat bantu pembangkit skema basisdata relasional (Schema Generator) untuk pengembnagan perangkat lunak dengan metodologi BO belum tersedia. Alat bantu ini dapat memudahkan tahap rancangan basisdata, terutama dalam menghasilkan skema basisdata relasional dari model sistem aplikasi yang dirancang. Tulisan ini merupakan hasil penelitian untuk mengembangkan Pembangkit Skema Basis Data Relasional(PSBR) pada pemodelan sistem dengan metodologi BO menurut bakuan Coad dan Yourdon. Penelitian ini diawali dengan melakukan studi perbandingan terhadap pembangkit skema basisdata yang sudah diterapkan pada metodologi terstruktur. Aturan pemetaan (mapping rules) dari hasil Komponen Lingkup Masalah (Problem Domain Component) sebagai perluasan analisis BO ke model basisdata relasional diperlukan untuk merealisasikan PSBR. Perancangan salah satu komponen dari tahap perancangan Coad dan Yourdon yaitu komponen manajemen data untuk pengaturan basisdata relasional (basisdata aplikasi yang dihasilkan juga merupakan bagian dari penelitian ini.

  6. Bumi Aryani

    Prototipe kernel sistem informasi geografis berbasis raster dengan struktur data quadtree

    Sistem informasi geografis memproses data spasial, yang dapat direpresentasikan dengan struktur raster atu vektor. Representasi dengan struktur vektor lebih berkembang, padalah struktur datta vekor membutuhkan algoritma yang rumit untuk melakukan proses kombinasi beberapa peta dan proses analisa data spasial [Burr87}. Kerumitan itu tidak terjadi pada struktur data raster. Selain itu struktur vektor perlu konversi data raster ke vektor yang dapat menyebabkan detil data akibat pereduksian. Kendala utama implementasi struktur data raster berkenaan dengan media penyimpanan, karena membutuhkan ruang penyimpanan datat yang besar. Alternatif pemecahan masalah tersebut menggunakan struktur data quadtree ayng banyak dikembangkan oleh banyak alhli[Same90]. Pada dasarnya reprenstasi quadree ada dua jenis; (1) Quadtree berpointer (Pointer quadtree), diimplementasikan dengan pohon (tree). (2) Quadtree tak berpointer (Pointerless Quadtree), yang diimplentasikan dengan list dari blok-blok. Dalam rangka memilih jenis representasi yang tepat untuk diimplementasikan pada kernel sistem informasi geografis berbasis raster, tugas akhir ini mengimplementasikan prototipe kernel berasis quadtree berpointer dan tak-berpointer, dan kemudian melakukan uji unjuk kerja setiap primitif-primitif yang diimplementasikan (rotasi, translasi, dan sebaginya). Adapun parameter dari pengujian adalah waktu dan ruang penyimpanan data. Dari haisl unjuk kerja tersebut dilakukan analisa perbandingan.

  7. Richard Adolf Kasenda

    Manajer repository untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi objek

    Metodologi untuk mengembangkan atau membuat suatu perangkat lunak biasanya terdiri dari tahapan, secara garis besar adalah analisis, perancangan, implementasi, dan perawatan. Selama ini metode untuk setiap tahapan mempunyai piranti(tool) atau CASE(Computer-Aided Software Engineering) yang berdiri sendiri, dan hal ini dapat menyulitkan integrasi datapada tiap piranti. Untuk mengatasi kesulitan atau keperluan tersebut maka dibuat suatu tempat penyimpanan data terpusat, serta fasilitas yang bisa digunakan untuk dapat mengatur informasi tersebut. Hal ini juga dimaksudkan agar informasi pengembangan perangkat lunak datp disimpan dan tersedia bagi siapa yang membutuhkan. Repository untuk pengembangan perangkat lunak dengan metodologi konvensional sudah mulai tersedia. Saat ini CASE yang tersedia untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi objek terus melakukan pengembangan respositorynya agar lebih mapan. Dalam tulisan ini disajikan suatu respository yang dapat menyimpan data serta mengintegrasikan piranti-piranti untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi objek. Perancangan repository disini menggunakan pemodelan relasi (ERD/Entity Relationship Diagram). Manajer respository harus menyediakan fasilitas-fasilitas yang dapat memberikan informasi yang dibutuhkan oleh para pengembang, sehingga dapat meningkatkan produktivitas kerja. Dalam tulisan ini diberikan hasil pemikiran untuk fasilitas-fasilitas apa saja yang dapat memberikan informasi untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi objek, khususnya tahap analisis dan perancangan.

  8. Syandra Sari

    Prototipe pemeriksa tata bahasa baku bahasa Indonesia

    Penyunting kata elektronis adalah salah satu perangkat lunak aplikasi komputer yang banyak digunakan oleh masyarakat. Penyunting kata elektronis memberikan kemudahan bagi pemakainya dalam membuat suatu dokumen. Pemakai penyunting kata elektronis di Indonesia dapat menggunakan berbagai macam produk perangkat lunak penyunting kata yang beredar diluar sesuai dengan kebutuhannya. Sayangnya, dari berbagai produk tersebut, belum ada yang menyediakan fasilitas yang membantu pemakai untuk pembuatan dokumen dalam bahasa Indonesia. Pengembangan fasilitas olah kata bahasa Indonesia pada penyunting kata elektronis memang kegiatan yang sedang dilaksanakan. Berbagai usaha telah mulai dirintis untuk menyiapkan keperluan ini. Progam tugas akhir penulis adalah salah satu usaha untuk melengkapi keperluan tersebut, berupa prototipe pemeriksa tata bahasa baku bahasa Indonesia. Progam ini dikembangkan dengan alat bantu Lex dan Yacc. Dan baru dikembangkan untuk pemeriksaan kalimat tunggal. Aturan-aturan tata bahasa yang berlaku untuk pembentukan kalimat yang benar telah penulis coba reprensentasikan dalam tata bahasa LL dan tata bahasa LR. Dengan penulisan tata bahasa LL diperlukan banyak sekali non terminal baru sehingga state yang dibutuhkan cukup besar. Banyaknya konflik shift dan reduksi, diakibatkan oleh banyaknya himpunan first yang sama. Sedangkan, dengan tata bahasa LR, walaupun tidak menghilangkan, masalah yang dihadapi dapat dikurangi. Penelitian yang penulis lakukan masih jauh dari sempurna dan kebutuhan, masih masih yang perlu dan dapat dikerjakan untuk pengembangan pemeriksa tata bahasa baku bahasa Indonesia lebih lanjut.

  9. Hendranto Nugroho

    Evaluasi Penerapan Pewarisan Jamak Pada Pengimplementasian Skema Transformasisi RaRaS.

    Pemrograman berorientasi objek adalah pendekatan pemrograman yang relatif baru dan berbeda dengan pendekatan pemrograman prosedural yang sudah digunakan selama ini. Sebagai suatu pendekatan yang relatif baru, beberapa aspek dalam pemrograman berorientasi objek masih diperdebatkan. Salah satunya adalah penerapan pewarisan jamak untuk pengimplementasian objek-objek yang mempunyai abstraksi jamak. Beberapa ahli memberikan pendapat bahwa penerapan pewarisan jamak memberikan hasil lebih baik daripada pendekatan substitusi, sedangkan sebagian lain menentang penernapan pewarisan jamak karena pewarisan jamak dapat menimbulakan masalah dan masih ada pendekatan substitusi yang lebih mudah dan aman. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah keunggulan-keunggulan penerapan pewarisan jamak dalam pengimplementasikan objek-objek yang mempunyai abstraksi jamak. Pendekatan yang dilakukan adalah membandingkan antara penerapan pewarisan jamak dan penerapan pewarisan tunggal yang dikombinasikan dengan asosiasi dalam pengembangan perangkat lunak. Perbandingan ditinjau dari tiga buah tolok ukur, yaitu: kemudahan pemeliharaan, penggunaan kembali program dan keandalan. Ketiga tolok ukur tersebut merupakan faktor penting pada penggunaan pemrograman berorientasi objek. Perangkat lunak yang dibahas sebagai kasus adalah RaRaS (Rapid prototyping tool for Real-time System development), perangkat lunak pendukung yang ditujukan untuk membantu perancang sistem waktu-nyata menganalisis dan mengevaluasi rancangannya dengan menggunakan teknik simulasi waktu diskrit. RaRaS dikembangkan oleh Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia.

  10. Suci Ratnawati

    Klasifikasi dan Model Matematika Untuk Kasus Rangkaian Elektronik

    Salah satu bagian dari industri elektronika yang menggunakan manfaat komputer adalah proses simulasi rangkaian elektronik, khususnya simulasinumerik rangkaian elektronik. Sebagian besar rangkaian elektronik direpresentasikan oleh model matemarika berupa Sistem Persamaan Differensial Aljabar baik yanag linier maupun yang nonlinier. Berdasarkan persamaan yang muncul akhirnya dicari solusi numerik dari model tersebut. Digunakan rutin DDASSL untuk menyelesaikan persamaan differensial aljabar. Paket aplikasi ini, demikian juga yang lainnya belum ada fasilitas untuk memeriksa dan mencari indeks persamaan tersebut. Fokus dari penelitian ini adalah membuat fasilitas untuk memeriksa dan mencari indeks sistem persamaan differensial aljabar serta menyelesaikannya dengan menggunakan rutin DDASSL yang memakai metode Backward Differential Formula. Pemeriksaan dan pencarian indeks dari sitem persamaan differensial aljabar diharapkan dapat menjadi preprosessor paket simulasi numerik rangkaian elektronik.

  11. Nadiah Alatas

    Pengenalan Suara dengan jaringan Neural Buatan Artmap

    Otak manusia mampu melakukan tugas-tugas sederhana, seperti mengenali suara dengan amat baik. Sedangkan komputer dengan segala kecanggihannya sulit menandingi manusia untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Berdasarkan hal ini para ilmuwan berusaha membuat suatu model dari otak manusia yang dikenal dengan nama jaringan neural buatan. Salah satu dari model jaringan neural ini adalah ARTMAP. ARTMAP dapat mempelajari pola-pola baru tanpa melupakan pola-pola lama. ARTMAP mampu mengklasifikasi kan pola-pola masukan yang diterima ke dalam berbagai kategori pengenalan berdasarkan keberhasilan dan kegagalannya melakukan predikasi.

    Dalam tugas akhir ini dibuat suatu prototipe penerapan ARTMAP pada proses pengenalan suara manusia. Sistem pada dasarnya terbagi atas dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap pemrosesan awal yang berfungsi untuk mengeks- traksi pola dari dunia nyata. Pola masukan dari dunia nyata diubah bentuknya ke bentuk masukan yang sesuai dengan spesifikasi sistem. Pemrosesan awal melibatkan transformasi Fourler (FFT) yang digunakan untuk menguraikan data dijital gelombang suara ke dalam domain frekuensi. Sedangkan tahap kedua merupakan tahap pemrosesan ARTMAP, yang berfungsi sebagai modul pengklasifikasi pola masukan agar dapat dipelajari dan dikenali polanya.

    DAFTAR PUSTAKA

       [Brig88] Brigham, E.O., The Fast Fourier Transform and Its Applications,
    	    Prentice-Hall Inc., 1988.
       [CaGr87] Carpenter, Gail A. and Stephen Grossberg, "A Massively Pararel
    	    Architecture for A Self-Organizing Neural Pattern Recognition
    	    Machine", Computer Vision, Graphic, and Image Processing, Vol 37, 
    	    54-115, Academic Press Inc. 1987.
       [CaGr91] Carpenter, Gail A., Grossberg, Stephen, Reynolds, John H.,
    	    "ARTMAP: Supervised Real Time Learning and Classification of
    	    Nonstationary Data by Self-Organizing Neural Network", Neural
    	    Networks, vol.4, Pergamon Press, Inc 1991.
       [Corr90] Cormen, T.H., Leiserson, C.E., Rivest, R., Introduction to 
    	    Algorithms, Cambridge: The MIT Press Cambridge, 1990. 776-800.
       [FrSk91] Freeman, James A., Skapura, David M., Neural Networks Algorithms
    	    Application, and Programming Techniques, Addison Wesley,
    	    Reading, MA, 1991.
       [Mar93]  Markowitz, J. "The Power of Speech. "Al Expert. Januari 1993.
    	    29-33.
       [Micr91] Microsoft Corporation . Microsoft Windows Multimedia Programmer's
    	    Reference. Washinton: Microsoft Press, 1991.
       [Perr94] Perry, P. Multimedia Developer's Guide. Indianapolis: SAMS
    	    Publishing, 1994.
       [Press87] Press, W.H., Flannery, B.P., Teukolsky, S.A., Vetterlin, W.T.,
    	     Numerical Recipes: The Art of Scientific Computing, Cambridge
    	     University Press, 1987.
       [Turt92] Turtle Beach System. Wave for Windows. Turtke Beach System, 1992.
       [Wibi93] Wibisono, S. Simantap: Simolator Jaringan Neural ARTMAP. Depok:
    	    Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1993.
    

  12. Mirna Sriredjeki

    Mesin Logika Fuzzi dan Implementasinya

    Perkembangan pengetahuan manusia dan kemajuan yang pesat dalam teknologi komputer mendorong manusia untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu untuk mengatasi hampir semua masalahnya, terutama masalah kompleks. Sistem komputer tradisional melakukan deskripsi suatu masalah dengan tingkat tinggi, sedangkan masalah yang kompkles sulit dideskripsikan dengan ketelitian yang tinggi. Sistem logika fuzzi, sistem yang tidak ketelitian yang tinggi untuk mendeskripsikan suatu masalah, dapat digunakan untuk mengatasi masalah kompleks, yang membutuhkan deskripsi secara manusiawi atau pemikiran yang berdasarkan intuisi.

    Sebuah sistem kontrol yang menggunakan pengalaman manusia sebagai dasar operasinya adalah salah satu sistem kompleks yang sulit dideskripsikan dengan matematika tradisional. Oleh karena itu dipergunakan pendekatan yang menggunakan logika fuzzi. Dalam tugas akhir ini, diimplementasikan suatu mesin logika fuzzi. Mesin abstrak ini dipakai sebagai sebuah alat bantu untuk melakukan proses kontrol, yaitu menentukan aksi yang harus dilakukan, pada sebuah alat pengontrol fuzzi. Dari hasil uji coba beberapa sistem pengontrol fuzzi, dapat disimpulkan bahwa mesin logika fuzzi dapat digunakan untuk memecahkan masalah pada proses kontrol yang menggunakan pengalaman manusia sebagai dasar.

    DAFTAR PUSTAKA

       [BOR91] BORLAND C++ V.3.1, BORLAND. Int., Inc., California: 1991-1992.
       [JAM93] Jamshidi, M., Vadiee, N., and Ross, T.J. Fuzzy Logic and Control:
    	   Software and Hardware Applications Prentice Hall International,
    	   Inc., 1993.
       [KIC78] Kickert, W.J.M., and Mamdani, E.H. "Analysis of a Fuzzy Logic
    	   Controller" in: FSS 1, 1978, 29-44.
       [KLI92] Klir, George J. and Tina A. Folger. Fuzzy Sets, Uncertainty,
    	   and Information New Jersey: Prentice-Hall, Inc., 1992.
       [KOS93] Kosko, Bart and Satoru Isaka. "Fuzzy Logic" Scientific American,
    	   July 1993, 62-67.
       [MUN94] Mukata, T. and Y. Jani. "Fuzzy Systems: An Overview" 
    	   Communications of The ACM, 37:3 (March 1994), 69-76.
       [OST77) Ostergaard, J.J. "Fuzzy Logic Control of a Heat Exchanger Process"
    	   in: Gupta, et al, 1977, 285-320
       [SEL90] Self, Kevin. "Designing with fuzzy logic" IEEE Spectrum, November
    	   1990, 42-44.
       [SIB92] Sibigroth, James M. "Implementing Fuzzy Expert Rules in Hardware" 
    	   AI Expert, April 1992, 25-27.
       [TUC94] Tucker, J.A.R., Philip E. Fraley, and Lawrence P. Swanson. "Fuzzy
    	   Logic in C: An Update" Dr. Dobb's Journal, April 1994, 56-62.
       [VIO93] Viot, Greg. "Fuzzy Logic in C" Dr. Dobb's Journal, February 1993,
    	   40-49.
       [WAL93] Walsh, Birrell. "Fuzzy Logic: The American Market" AI Expert,
    	   November 1993, 39.
       [ZAD65] Zadeh, L.A. "Fuzzy Seta. "Information and Control, Vol.8. New
    	   York: Academic Press, 1965, 338-353.
       [ZAD70] Zadeh, L.A. and R.E. Bellman. "Decision-Making in a Fuzzy
    	   Environment."Management Science, 7:4 (December 1970), 141-164.
       [ZAD73] Zadeh, L.A. "Outline of a New Approach to the Analysis of Complex
    	   Systems and Decision Process." IEEE Trans. Systems, Man, and 
    	   Cybernetics, SMC-3 (1973), 28-44.
       [ZAD75] Zadeh, L.A. "The Concept of a Linguistics Variable and Its 
    	   Application to Approximate Reasoning," Part 1 and 2, Information
    	   Sciences, 8 (1975), 199-249.
       [ZAD76] Zadeh, L.A. "A Fuzzy-Algorithmic Approach to the Definition of
    	   Complex or Imprecise Concepts" Int. J. Man-Machine Studies,
    	   8 (1976), 249-291.
       [ZAD78] Zadeh, L.A."PRUF - A Meaning Representation Language for Natural
    	   Language." Int. J. Man-Machine Studies, 10 (1978), 395-460.
       [ZAD79] Zadeh, L.A. "A theory of Approximate Reasoning." dalam J. Hayes,
    	   D. Michie, and L.I. Mikulich, Eds., Machine Intelligent, Vol.9.
    	   New York: Halstead Press, 1979, 149-194.
       [ZAD83] Zadeh, L.A. "The Role of Fuzzy Logic in the Management of 
    	   Uncertainty in Expert Systems." Fuzzy Stes and Systems, 11 (1983),
    	   199-227.
       [ZAD92] Zadeh, L.A. "The Calculus of Fuzzy If/Then Rules" AI Expert, 
    	   March 1992, 23-27.
       [ZAD94] Zadeh, L.A. "Fuzzy Logic, Neural Networks, and Soft Computing"
    	   Communications of The ACM, 37:3 (March 1994), 77-84.
       [ZAD85] Zimmerman, H.J. Fuzzy Set Theory - and Its Applications
    	   Dordrech: Kluwer-Nijihoff Publishing, 1985, Third Printing (1988).
    

  13. Linda Rostiviani

    Analisis Tekstur Citra Brodatz dan Citra Radar Berbasis Fraktal.

    Tulisan ini merupakan penelitian awal dalam menganalisa tekstur citra Radar. Tujuan penelitian adalah untuk melihat apakah fraktal dapat digunakan mengekstrak ciri tekstur suatu citra. Fraktal adalah pembuatan bagian-bagian obyek dengan cara yang sama dengan cara pembuatan obyek keseluruhan (Cola93). Dimensi fraktal dan lacunarity adalah suatu nilai yang menyatakan karakteristik fraktal suatu obyek. Metode yang diaplikasikan dalam penelitian ini untuk memperoleh dimensi fraktal adalah metode box counting, metode differential box counting dan metode variasi. Tahapan-tahapan dalam menganalisa suatu citra adalah mendapatkan citra masukan, pra pemrosesan citra, mengekstraksi ciri, mengklasifikasi citra, menampilkan keluaran klasifikasi dan menganalisa kesalahan (Hajic76). Penelitian ini membahas tahap pengekstrasian ciri dengan menggunakan fraktal sebagai basis, hasil klasifikasinya, dan menganalisa kesalahan untuk citra Brodatz. Metode-metode diujicobakan untuk citra Brodatz dan citra radar. Untuk citra radar tidak dapat dikatakan fraktal baik atau buruk digunakan untuk mengekstrak ciri tekstur, karena tidak ada citra pembanding untuk memvalidasi. Dari penelitian ini juga dapat dilihat metode mana yang paling baik diantara metode-metode yang diterapkan dengan merubah parameter masing-masing metode yang diterapkan pada citra tekstur brodatz.

  14. Pendi Tresna

    Pengembangan Prototipe Kamus Elektronis Juita ke-Juita dalam Lingkungan Banyak Pelayanan Multi-server

    Pengambilan informasi merupakan suatu aktivitas yang sangat dilakukan oleh banyak orang. Di dalam pengambilan informasi banyak aspek-aspek yang harus diperhatikan antara lain : ketepatan informasi, kecepatan akses suatu informasi, lokasi informasi.

    Informasi atau data biasanya (secara elektronis) pada suatu lokasi ter- tentu baik itu banyak maupun sedikit. Untuk informasi/data yang sedikit tidak akan memberikan kesukaran-kesukaran di dalam kita melakukan peng- ambilan/pencarian informasi tersebut. Akan tetapi untuk informasi yang sangat banyak jika disimpan di dalam satu lokasi saja, akan menimbulkan hambatan/kesukaran di dalam melakukan pencarian informasi tersebut antara lain :

    1. Waktu yang cukup lama untuk mencari informasi tertentu.
    2. Dibutuhkan lokasi penyimpanan yang besar.

    Prototipe Kamus Elektronis JUITA (KE-JUITA) dalam lingkungan banyak- pelayan (multi-server) merupakan sistem pengambilan informasi berbasis jaringan, yang mana data/informasi yang dibutuhkan ditempatkan di beberapa lokasi (dalam hal ini adalah data kamus besar bahasa Indonesia, kata yang diawali huruf a-h ditaruh pada lokasi A, dan kata yang diawali huruf i-z ditaruh pada lokasi B). Sistem ini menggunakan Browser, seperti Mosaic sebagai antar muka dengan pemakai untuk pengambilan informasi, dan informasinya disimpan di beberapa tempat.

    DAFTAR PUSTAKA

       Adriani, Mirna. "Penyususnan Kamus Elektronis." Studi Dalam: Tautan
           Komputer dan sastra Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, 1995.
       Berners-Lee, Tim et al. "The World Wide Web". ACM Communications, Vol.37
           No.8 (1994). 76-82.
       Comer, Douglas E. Internetworking With TCP/IP. 2nd ed. Englewood Cliffs:
           Prentice Hall, Inc., 1991.
       Dougherty, D. and Richard Koman. The Mosaic Handbook for Microsoft Windows.
           Sebastopol: O'Reilly & Associates, Inc, 1994.
       Galant, R, and Stephen Goodman Open Client DB-Library Refrence Manual.
           Manual. Christie Avenue Emeryville, CA: Sybase, Inc, 1990.
       Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Kmaus Besar Bahasa Indonesia. 
           Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka, 1991.
       Sinha, Alok. "Client-Server Computing". ACM Communications, Vol. 35 No.7
           (1992), 76-98.
       Stevens, W.R. Unix Network Programming. Englewood Cliffs: Prentice Hall,
           Inc, 1990.
       Stevens, W.R. TCP/IP Illustrated: The Protocols. Vol.1. Massachusetts:
           Addison-Wesley Publishing Company, 1994.
       Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd ed. Englewood Cliffs:
           Prentice Hall, Inc, 1989.
    

  15. Santoso Wibowo

    Pengembangan Prototipe Sepintas dengan Dukungan Berbagai Sumber Informasi yang Terintegrasi

    Sitem Informasi Eksekutif (SIE) telah berkembang dan memberikan banyak dampak positif. Konsep awal SIE juga mengalami perluasan di mana sistem informasi yang semula dirancang bagi para eksekutif telah diterapkan pula pada sistem informasi bagi pemakai di berbagai tingkat dalam organisasi. Untuk memperoleh informasi yang bermanfaat, seringkali diperlukan pengambilan dan pengintegrasian informasi dari berbagai sumber dengan representasi yang informatif, serta dengan dukungan antarmuka yang sangat bersahabat dengan pemakai. Dalam tugas akhir ini, dilakukan penelitian mengenai pengintegrasian informasi dari berbagai sumber yang dilakukan dalam sistem berbasis klien-pelayan pada jaringan TCP/IP.

    Penelitian difokuskan pada pengintegrasian informasi dalam bentuk terstruktur yaitu basis data relasional, dengan informasi dalam bentuk kurang terstruktur, yaitu dokumen-dokumen HTML. Informasi-informasi tersebut kemudian direpresentasikan dalam bentuk hipermiedia untuk mendukung kemampuan penelusuran lebih lanjut (drill-down investigation). Penelitian dilakukan dengan melakukan studi literatur dan pembuatan program prototipe yang mengimplementasikan suatu bentuk sistem informasi untuk Pembimbingan Akademik, yang merupakan salah satu bagian dalam Sistem Informasi Pimpinan Universitas (SIPINTAS).

    DAFTAR PUSTAKA

       Abdat Sjarif, Berlina Chandra, Saiful Ridwan dan Vesa Savolainen. "SIPINTAS:
    	 an Executives Information System for the University of Indonesia"
    	 in: Proceeding the Third International Conference on Decision
    	 Support System, Hongkong, 1995 [467-473].
       Abdat Sjarif, Johny Moningka, Santoso Wibowo dan Benny Nugroho."Integrasi
    	 Informasi antara SQL-Server dan Web-Server serta penerapannya pada
    	 Sistem Informasi Eksekutif" dalam: Konferensi Komputer Nasional,
    	 Jakarta, 1995.
       Dougherty, Dale and Richard Koman. The Mosaic Handbook for Microsoft
    	 Windows. Sebastopol: O'Reilly & Associates Inc, 1994.
       Friend, David. "EIS and the Collapse of the Information Pyramid" in:
    	 Executive Information System: Emergence, Development, Impact.
    	 Ed. Watson, Hugh J. et al, Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
       Hunt, Craig. TCP/IP Network Administration. Sebastopol: O Reilly & 
    	 Associates Inc, 1993.
       Mc. Leod, Raymond. Management Information System. 5 th ed. Net York:
    	 Macmillan Publishing Company, 1993.
       Pressman, Roger S. Software Engineering. 3th ed. Singapore: McGraw Hill Inc,
    	 1992.
       Rockart, John F. and Michael E. Treacy. "The CEO Goes On Line" in: Executive
    	 Information System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson,
    	 Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
       Rockart, John F, and David W. DeLong."Moment of executive Enlightment" in:
    	 Executive Information System: Emergence, Development, Impac. Ed.
    	 Watson, Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
       Rudiarto, Partono dan Benny Ranti."Pemanfaatan Open System dalam 
    	 Pengembangan Sistem Informasi Eksekutif" dalam: Konferensi Komputer
    	 Nasional VIII, Jakarta, 1993.
       Stevens, W. Richard. " TCP/IP Illustrated: The Protocols" Volume I,
    	 Massachusetts: Addison Wesley Publishing Company, 1994.
       Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd ed. Englewood Cliffs:
    	 Prentice Hall, 1989.
       Wallis, Lou. "Power Computing at the Top" in: Exscutive Information
    	 System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson, Hugh J. et all.,
    	 Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
       Watson, Hugh J. et al. "Exscutive Information System: A Framework for 
    	 Development and a Survey of Current Practices" in: Exscutive
    	 Information System: Emergence, Development, Impact. Ed. Watson,
    	 Hugh J. et al. Toronto: John Wiley & Sons Inc, 1992.
    

  16. Wahyu Suadi

    SBT: sistem berkas terkompres, implementasi dan analisa

    Tugas akhir ini membahas implementasi sistem berkas terkompres, yang bertujuan untuk memperoleh ruang tambahan pada media sekunder. Dalam tulisan ini dibahas, pendekatan yang dipilih, algoritme dan masalah yang dihadapi dalam implementasi. Pengembangan dilakukan pada sistem operasi linux dengan mempergunakan bahasa pemrograman C dan C++. Sistem diuji coba terhadap beberapa kasus pemakaian untuk mengukur unjuk kerja dari sistem dibandingkan dengan sistem tanpa kompresi dan perangkat lunak lain yang fungsinya serupa. Berdasarkan hasil tersebut dapat pula diambil beberapa kesimpulan serta saran untuk pengembangan lebih lanjut dari sistem ini.

  17. Dwipo Setyantoro

    Visualisasi clustering secara hirarkis seagai alat bantu analisa data

    Laporan tugas akhir ini membahas tentang pengembangan sebuah perangkat lunak untuk melakukan visualisasi tiga dimensi pada implmentasi metode clustering secara hirarkis. Metode clustering yang digunakan adalah single-link, complete-link, UPGMA, WPGMA, UPGMC,WPGMC, dan metode Ward, yang menggunakan rumus umum SAHN. Perangkat lunak yang dikembangkan ini mempunyai fasilitas untuk membuat visualisasi suatu data dengan sebuah diagram titik yang mempunyai tiga buah sumbu. Diagram ini dapat diputar untuk mencari sudut pandang yang terbaik sehingga bentuk pengelompokan atau clustering pada data dapat terlihat dengan jelas. Selain itu perangkat lunak ini menampilkan proses clustering baik tahapan proses maupun hasil proses tersebut pada diagram titik. Dialam penelitian ini dilakukan pengujian berupa uji kinerja metoda, kencenderungan komputasi, dan uji coba peragaan tiga dimensi dengan menggunakan data iris sebagai data masukan. Hasil penelitian ini membuktikan bahawa perangkat lunak ini mampu mengimplementasikan ketujuh metoda clustering dan memberikan visualisasi yang cukup jelas untuk menunjukkan keterpisahan cluster-cluster yang telah terbentuk.

  18. Neil Edwin F. Siregar

    Pencarian kata berimbuhan pada kamus besar bahasa Indonesia dengan menggunakan algoritma stemming

    Dalam upaya pengkomputerisasian Kamus Besar Bahasa Indonesia timbul permasalahan tentand metode penyimpanan datta untuk menghemat penggunaan ruan disk. Metoda yang palin gsederhana adalah dengan melakukan pengindeksan berdasarkan lema dan sublema. Tetapi cara ini akan mengakibatkan ukuran berkas indeks yang semakin besar setiap kali terjadi penambahan lema atau sublema baru. Pengindeksan berdasarkan lema dapat memperkecil ukuran berkas indeks karena tidak semua entri dimasukkan ke dalam berkas. Namun hal ini akan menimbulkan masalah dalam pencarian sublema. Untuk mengatasinya sistem harus bisa membentuk kembali lema yang membentuk sublema tersebut. Algorirma stemming adalah salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan bentuk dasar yang membentuk sublema tersebut. Metode yang digunakan pada algoritma ini adalah metoda pemotongan imbuhan (affix removal). Algoritma ini dapat memisahkan semua jenis imbuhan dari sublema berimbuhan untuk memperoleh lema yang membentuknya sehingga pencarian sublema tersebut tetap dapat dilakukan.

  19. Antonius Nugroho

    Strategi penyusunan kamus referensi dan analisis kinerja metode pelacakan kata pada pemeriksa ejaan bahasa Indonesia

    Program penyunting kata elektronis merupakan hasil teknologi komputer yang dipakai oleh banyak orang di segala bidang. Selain didukung teknologi perangkat keras yang semakin cepat dan andal dalam pemrosesan data, penyunting kata juga dilengkapi fasilitas yang semakin canggih dan bervariasi. Dengan bantuan penyunting kata elektronis, seorang penulis dapat menuangkan gagasannya dalam bentuk tulisan yang lebih indah dan menarik. Pemeriksaan ejaan merupakan salah satu fasilitas penyunting kata yang semakin dirasakan kegunaannya. Pemeriksa ejaan yang andal memiliki kemampuan untuk mendeteksi semua kesalahan eja dalam waktu singkat. Kedua aspek tersebut, yang menjadi topik utama laporan tugas akhir ini, merupakan faktor-faktor yang menentukan kinerja pemeriksa ejaan. Hasil penalitian memperlihatkan bahwa tingkat keberhasilan pelacakan kata dan kecepatan proses merupakan dua faktor yang saling bertentangan, sehingga kita harus mempertimbangkan kedua faktor dengan cermatt untuk menghasilkan pemeriksa ejaan dengan kinerja optimal. Lebih lanjut, penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengimplementasikan teori pepelining dan multiprocessor dalam pembuatan prototipe pemeriksa ejaan.

  20. Feryzon Darwis

    Alat bantu interaktif untuk keperluan identifikasi wajah

    Tugas akhir ini bertujuan alat bantu interaktif untuk keperluan identifikasi wajah berupa perangkat lunak komputer. Alat bantu ini mempunyai kemampuan membuat gambar wajah dari penggabungan gambar bagian-bagian wajah yang ada dalam basisdata. Dengan alat bantu ini diharapakan dapat mempermudah pekerjaan kepolisian dalam proses penyidikan tindak kejahatan. Pengembangan alat bantu ini menggunakan metodologi berorientasi obyek, sedangkan alat bantu implementasi yang digunakan adalah Microsoft Visual C++ ver. 1.0. Alat bantu ini terdiri dari dua modul, yaitu: modul pembuatan basisdata dan modul pembuatan gambar wajah. Gambar yang digunakan direpresentasikan sebagai citra raster dengan tingkat keabuan (gray level). Alat ini memiliki fasilitas manipulasi gambar berupa pengaturan tingkat kecerahan dan kontras gambar, dan perbaikan akibat penggabungan gambar bagian-bagian wajah. Manipulasi gambar menggunakan teknik-teknik pengolahan citra. Antarmuka dengan pemakai yang digunakan adalah antarmuka berbasis grafik(Graphical User Interface) dengan gaya interaksi pemilihan dan manupulasi langsung. Dari ujicoba yang dilakukan diperoleh sebuah gambar wajah baru yang berbeda dari gambar wajah dasar yang ada dalam basisdata. Gambar wajah yang dihasilkan memiliki ciri-ciri gabungan dari gambar bagian-bagian wajah yang digunakan. Pengoperasian alat ini cukup mudah dan sederhana. Selain itu juga tidak memerlukan waktu yang terlalu lama dalam proses pembentukan wajah baru yang diinginkan.

  21. Budhitama Subagdja

    Pemodelan sistem pembangkit musik interaktif, adaptif dan emosional

    Musik yang orisinil dan dapat diterima masyarakat umum hanya dapat dihasilkan oleh pencipta yang memiliki kreatifitas dan didasari oleh budaya serta aspek-aspek psikologis seperti emosi, pengalaman masa lalu, kognisi dan sebagainya. Suatu alternatif agar komputer dapat menghasilkan komposisi musik baru adalah penerapan model dari keadaan mental manusia dalam proses penciptaan musik. Model dari mental manusia harus memiliki kemampuan untuk mendapatkan batasan dari distribusi pola yang ada dilingkungannya, mampu belajar dan adaptasi serta memiliki emosi yang menentukan perilakunya. Dengan menerapkan model seperti ini untuk menghasilkan karya musik, diharapkan sifat dari hasil karyanya mendekati atau menyerupai sifat hasil karya manusia. Model-model mental yang sudah ada selama ini dapat digunakan untuk membuat sistem pembangkit musik dengan komputer, tetapi perlu beberapa modifikasi dan interprestasi, agar semua aspek-aspek dari mental manusia dapat digunakan. Suatu alternatif modifikasi dari gabungan beberapa model-model mental manusia adalah model specialist demons bertingkat dengan penyebaran fungsi supervisor. Dari karakteristiknya model ini mempunyai perilaku tersendiri dalam mengahasilkan karya musik. Hasil dari model ini tidak dapat langsung diukur secara kuantitatif tetapi harus secara kualitatif dan sesuai dengan selera masing-masing.

  22. Sri Viranti Budisayekti

    Studi pengenalan permukaan obyek tiga dimensi

    Perkembangan industri dan robotika yang pesat menuntut adanya perangkat lunak untuk pengenalan obyek tiga dimensi (3-D). Salah satu metodenya adalah menggunakan karakteristik-karakteristik fungsi permukaan yang dapat mencirikan berbagai bentuk permukaan obyek secara unik. Perhitungan karakteristik-karakteristik tersebut memerlukan informasi kedalaman. Range image, yang menyediakan informasi kedalaman permukaan secara eksplisitt, sangat sesuai untuk kerpluan tersebutt. Karakteristik fungsi permukaan yang secara teroritis diketahui dapat mencirikan bentuk permukaan diantaranya adalah kurvatur mean dan Gaussian. Kombinasi tanda (sign) dari kedua kurvatur tersebut dapat mencirikan delapan jenis bentuk permukaan. Dari eksperimen yang dilakukan pada sejumlah range image sintetik, diperoleh nilai ambang tol sebesar 0,00001 untuk kurvatur Gaussian serta 0,001 untuk kurvatur mean. Pengujian kedua nilai ambang tersebut pada sejumlah range sintetik yang telah diberi noise acak dengan persentase kemunculan 20

  23. Wishnu P Moliodihardjo

    Pembuatan layanan pada jaringan telepon intelligent network dengan pendekatan berorientasi-obyek

    Sistem jaringan telekomunikasi telepon saat ini telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Peranan komputer dalam mengatur jaringan komunikasi telepon menjadi sangat penting. Salah satu sistem jaringan telekomunikasi telepon dengan menjadi sangat penting. Salah satu sistem jaringan telekomunikasi telepon dengan pengaturan komputer sistem jaringan Intelligent Network(IN). Peranan komputer dalam dalam jaringan IN meliputi pengaturan dan perawatan jaringan serta pembuatan layanan-layanan baru. Salah satu contoh layanan IN adalah layanan bebas biaya atau freephone (biasanya nomor telepon, yang menggunakan layanan ini, diawali dengan 1-800). Tugas akhir ini menerangkan proses pembuatan layanan pada jaringan IN. Proses ini menggabungkan fungsi-fungsi modular jaringan agar dapat membentuk suatu layanan baru secara cepat dan efisien. Karena sifat modularitas fungsi-fungsi pembentuk layanan dalam IN, maka digunakanlah pendekatan berorientasi-obyek dalam proses pembentuknya. Untuk memperjelas proses pembuatan dan proses pemanggilan sautu layanan IN, maka pada tugas akhir ini dibuat pula simulasi jaringan IN.

  24. Andriani Novrita

    PINOR: Piranti pelaksana normalisasi basis data relasional

    Perancangan basis data dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai model data, salah satunya adalah model ER (Entity Relationship model). Model ER adalah sebuah konsep model data tingkat tinggi yang lebih mendekati persepsi data bagi pemakai. Beberapa paket basis data komersial menggunakan kosep tersebut. Model ER menggunakan diagram untuk mempresentasikan data dan hubungan antar data dari basis data yang sedang dirancang. Diagram tersebut akan dipetakan untuk memperoleh tabel-tabel dalam basis data relasional. Selanjutnya tabel-tabel tersebut akan dinormalisasi berdasarkan konsep Functional Dependency (ketergantungan fungsional). Proses normalisasi terdiri atas beberapa tahapan yaitu INF, 2NF, 3NF, BCNF dan seterusnya. Normalisasi digunakan untuk membantu mengurangi, dan sebagainya sehingga akan didapatkan basis data yang baik. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengembangkan PIRANTI PELAKSANA NORMALISASI BASIS DATA RELASIONAL (PINOR). PINOR memiliki fasilitas editor untuk diagram ER, fasilitas pemetaan dan fasilitas normalisasi terhadap tabel sehingga bentuk 3NF atau BCNF. Masukan dari PINOR adalah diagram ER dari EASYCASE for windows dan diagram ER piranti ini sendiri. Hasil dari PINOR dapat diimplementasikan menjadi suatu skema basis data Microsoft Acess. PINOR dikembangkan dengan menggunakan Visual Basic dan dijalankan dengan sistem operasi Windows.

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1997-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.2 2003/03/28 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]