[LOCAL LOGO 1] FUSILKOM: FakUltaS ILmu KOMputer
Universitas Indonesia
[LOCAL LOGO 2]
WHAT's NEW | HOME | vv BOTTOM vv | NEXT>>>

Daftar Abstrak Tugas Akhir/Proyek Mahasiswa S1
Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia - Tahun 1996

(http://vlsm.org/fusilkom-ui/)

  1. Sugeng Warjianto

    Alat Bantu Pemrograman Berorientasi Obyek

    Alam pengembangan perangkat lunak, tahap implementasi merupakan salah satu tahap yang cukup penting. Hasil analisis dan rancangan yang baik akan sangat membantu dalam tahap implementasi tersebut, sehingga setelah tahap implementasi akan dihasilkan suatu aplikasi yang sesuai dengan spesifikasi. Penelitian ini mencoba untuk menghasilkan suatu alat bantu dalam wahana CASE berorientasi obyek. Alat bantu tersebut digunakan dalam salah satu tahap pengembangan perangkat lunak, yaitu tahap implementasi. Tiga hal utama yang dilakukan oleh alat bantu tersebut adalah menjaga konsistensi antara rancangan dan implementasi, kedua adalah mengurangi tingkat kesalahan sintaks dalam penulisan program, sedangkan yang ketiga adalah mempercepat tahap implementasi. Konsistensi yang dimaksud diatas adalah adanya kesamaan data/informasi penting antara rancangan dan implementasi. Hal ini berarti setiap pengubahan data/informasi dalam implementasi maka secara otomatis mengubah rancangan, begitu juga sebaliknya. Konsistensi dapat dilakukann karena data/informasi baik hasil analisis dan perancangan maupun implementasi- disimpan dalam satu repositori (repository). Untuk mengurangi tingkat kesalahan dalam penulisan sintaks kode-kode program, ditampilkan data/informasi yang berguna dalam penulisan program dan yang terekam pada repositori. Untuk mendapatkan informasi tersebut maka digunakan antarmuka generasi ketiga -mouse, windows, pull-down menu, cotext sensitive operations, dialog box- yang masing-masing mempunyai fungsi khusus. Lingkungan pemrograman yang bersifat interaktif diharapkan dapat menimbulkan daya tarik dan mengatasi kejenuhan.

  2. Daniel Setiadi

    Pengembangan Prototipe Perangkat Ajar Berbantuan Komputer yang Mendukung Penggunaan dan Pengembangan Strategi Belajar.

    Pengajaran berbantuan komputer telah berkembang cukup lama, dari bentuk yang sederhana seperti drill-and-practice dan tutorial sampai ke bentuk yang kompleks seperti pengajaran berbantuan komputer yang bersifat intelijen atau cerdas. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, perangkat ajar di dalam pengajaran berbantuan komputer haruslah memberikan kemungkinan-kemungkinan sehingga pemakainya dapat mengolah informasi sedalam mungkin. Pengolahan informasi yang dalam akan sangat membantu penyimpanan informasi di dalam memori seseorang, yang akan mempengaruhi jangka waktu ingatan akan informasi tersebut. Pengolahan informasi ini sangat dipengaruhi oleh rancangan instruksional dari perangkat ajar dan pemakaian strategi belajar yang tepat oleh pemakai perangkat ajar. Tugas akhir ini berupa penelitian tentang pengembangan perangakt ajar sederhana yang selain mengajarkan materi, juga memiliki kemampuan untuk mendukung penggunaan dan pengembangan strategi belajar. Strategi belajar yang dipilih adalah strategi belajar pengolahan informasi, yang terdiri dari empat strategi belajar utama, yaitu strategi belajar pengulangan, integrasi, organisasi, dan elaborasi. Dukungan utama yang akan diberikan oleh perangkat ajar adalah penanganan masukan, pengenalan strategi belajar berdasarkan masukan tersebut, serta penyediaan umpan balik kepada pemakai tentang kondisi dan unjuk kerja dari pemakai tersebut. Penelitian dilakukan dengan melakukan studi pustaka, pengumpulan data-data kognifnitif strategi belajar, pembuatan program sederhana yang mengimplementasikan modul pendukung penggunaan strategi belajar.

  3. Purwanto

    Sistem pengenalan huruf tulisan tangan dengan pendekatan heuristik

    Laporan ini membahas pengenalan huruf tulisan tangan dengan pendekatan heuristik. Pengenalan ditujukan untuk huruf latin a..z,A..Z. Huruf dibaca melalui scanner, disimpan dalam format file BMP monokrom. File BMP, berupa huruf. Kerangka huruf merupakan masukan bagi metode heuristik. Metode heuristik digunakan untuk mengekstrasi (kerangka) huruf. Metode bekerja berdasarkan titik-titik ujung, sudut (lancip), cabang tiga, persilangan. Berdasarkan titik-titik tersebut diperoleh potongan-potongan garis pembentuk huruf. Potongan garis memiliki karakteristik tertentu seperti; jenis titik awal dan akhir garis, perubahan derajat kemiringan (slope change), orientasi, panjang relatif terhadap total panjang potongan-potongan garis pembentuk huruf. Hasil ekstrasi dikelompokkan dalam dua kelompok: kelompok titik dan kelompok garis. Kelompok titik mencatat jumlah titik-titik ujung, sudut(lancip), cabang tiga, persilangan dan jumlah potongan garis. Kelompok garis mencatat karakteristik setiap potongan garis. Kedua kelompok data dipakai untuk belajar atau mengenali huruf, merupakan deskripsi bagi huruf tersebut. Huruf tidak dapat dikenali selama polanya belum pernah dipelajari oleh sistem. Pertama kali proses belajar harus dilakukan untuk mendapatkan deskripsi pola huruf a..z,A..Z. Deskripsi disimpan dalam file tex secara akumulatif. Berdasarkan derskripsi tersebut sistem diharapkan dapat mengenali huruf latin. Hasil yang diperoleh, dengan data uji coba dengan yang digunakan fase belajar mencapai 94,7

  4. Hendri

    Algoritma pelacakan teks dengan toleransi kesalahan dan implementasinya

    Dalam banyak situasi, string yang dilacak dalam sauatu teks tidak diketahui dengan tepat, karena adanya salah eja atau kesalahan dalam teksnya sendiri. Untuk itu dibutuhkan suatu algoritma pelacakan teks yang membolehkan adanya toleransi kesalahan. Toleransi kesalahan di sini diukur dengan jarang edit. Tugas akhir ini mengulas dan mengimplementasikan algoritma pelacakan teks dengan toleransi kesalahan(maksimum jarak edit k=2) yang dikembangkan oleh Wu dan Manber. Algoritma ini menggunakan teknik manipulasi bit data sehingga proses pelacakan dapat dilakukan dengan efisien. Untuk mengetahui kinerja dari algoritma ini dilakukan ujicoba pada file yang berisi lemma-lemma dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Hasil ujicoba menunjukkan bahwa algoritma tersebut cukup praktis.

  5. Paul J. Tuanakutta

    Perangkat bantu pengembangan perangkat ajar berbantuan komputer untuk bidang ilmu berbasis diagnosa: studi kasus pada bidang klinis

    Kegiatan diagnosa memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan diagnosa yang baik dan benar memerlukan pengajaran berupa praktek diagnosa. Pengajaran berbantuan komputer dapat digunakan untuk membantu pengajaran praktek diagnosa dengan membuat suatu model perangkat pengajaran berbantuan komputer. Untuk membuat model perangkat bantu pengembangan perangkat ajar untuk bidang ilmu berbasis diagnosa diperlukan pengetahuan mengenai komponen-komponen diagnosa dan batasan-batasan yang menyertainya. Studi kasus terhadap bidang ilmu klinis diharapkan dapat membuka jalan bagi model untuk bidang-bidang ilmu berbasis diagnosa secara umum. Komponen-komponen kegiatan diagnosa yang didapatkan dari penelitian pustaka digunakan sebagai acuan dalam membuat model. Dari uji coba, secara fungsional model perangkat bantu pengembangan perangkat ajar dapat diterima, baik oleh guru maupun oleh siswa. Penggunaan teknologi multimedia merupakan pendorong dalam kegiatan belajar mengajar.

  6. Marlyn Morina

    Implementasi Algoritma Quicksort pada PVM (Parallel Virtual Machine)

    Pengurutan merupakan proses penting yang banyak digunakan sebagai sarana untuk eksekusi algoritma lain yang lebih kompleks. Selain itu juga, untuk memudahkan pembacaan dan analisa suatu laporan dibutuhkan data-data yang sudah terurut. Kebutuhan pengolahan data dan informasi yang lebih cepat semakin dirasa perlu. Penggunaan prosesor cepat pun kadang-kadang masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Karenanya dilakukan implementasi pada komputer paralel. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma quicksort pada jaringan komputer dengan sarana perangkat lunak PVM (Parallel Virtual Machine) dalam tiga cara, yaitu Select-Randomized-Quicksort, Quick Mergesort, dan Randomized-Paralel. Keuntungan implementasi pada PVM adalah tidak perlu mengadakan perangkat keras pararel, karena PVM mampu memanfaatkan jaringan komputer heterogen yang sudah ada sebagai suatu sistem komputer paralel. Jaringan komputer yang digunakan terdiri atas 4 stasiun kerja SUN SPARCstation 1+ yang dihubungkan melalui protokol TCP?IP Ethernet dengan topologi jaringan bus.

  7. Joseph Victor

    Transkriptor dari huruf latin ke huruf Jawa

    Huruf jawa adalah salah satu khasanah budaya bangsa yang harus dilestarikan. Salama ini untuk bisa menulis dengan huruf Jawa dibutuhkan waktu yang cukup lama untuk mempelajarinya. Untuk itu penulis berusaha membuat sebuah perangkat lunak (software) yang mempermudah siapa saja yang ingin menulis dengan huruf Jawa. Perangkat lunak ini akan mentrakripkan huruf Latin menjadi huruf Jawa. Jadi pemakai (user) tinggal memberi masukan (inputt) berupa kata, atau kalimat,atau paragraf, atau berkas (file), dan perangkat lunak akan memberikan keluaran (output) berupa tulisan huruf Jawanya. Perangkat lunak yang dibuat, selain membantu pemakai menulis huruf Jawa juga dapat dijadikan sarana yang praktis dalam mempelajari huruf Jawa. Hal ini disebabkan karena perangkat lunak ini bersifat komunikatif, interaktif, dan mudah dikuasai. Keluaran dari perangkat lunak ini mudah untuk digunakan oleh perangkat lunak lain yang bekerja berdasar (running under) Windows seperti Microsoft Word karena perangkat lunak yang dibuat juga berdasarkan Windows.

  8. Bayu Tenoyo

    Studi implementasi jaringan propagasi balik untuk diskriminasi odor

    Seiring dengan kemajuan teknologi elektronika dan perkembangan ilmu komputer terutama bidang kecerdasan buatan, pembuatan suatu sistem sensor pengenal odor dapat dilakukan. Sistem sensor pengenal odor ini berfungsi sebagai penggandi tenaga ahli yang biasanya digunakan dalam industri-industri baik makanan, minuman, obat-obatan, dan bidang-bidang lainnya. Salah satu komponen penting dari sistem sensor adalah komponen perangkat lunak jaringan neural bautan. Salah satu jenis jaringan neural buatan yang dapat digunakan dalam sistem pengenal odor adalah jaringan propagasi balik. Tugas akhir ini merupakan pengimplementasian jaringan propagasi balik dan pengamantan pengaruh beberapa parameter terhadap lamanya waktu pelatihan. Parameter-parameter yang diamati adalah: jumlah neuron pada lapis tersembunyi, penggunaan bias, dan penggunaan pembaharu bobot pada iterasi sebelumnya untuk memperbaharui nilai bobot. Untuk kasus yang diamati, terlalu sedikitnya jumlah neuron pada lapisan tersembunyi akan membuat jaringan propagasi balik susah untuk belajar. Selain itu jaringan propagasi balik yang menggunakan bias dan menggunakan permbaharu bobot pada iterasi sebelumnya untuk memperbaharui nilai bobot, lebih cepat belajar dibandingkan jaringan yang tidak menggunakannya.

  9. Deddy

    NetTOP: alat bantu pemodelan dan optimasi topologi wan (Wide Area Network)

    Perancangan jaringan komputer dalam kategori global antara lain harus memperhatikan aspek perancangan topologi (topologycal design), alokasi kapasitas jalur (line capacity allocation), prosedur rute (routing procedures), dan prosedur kendali aliran (flow control procedures). Rancangan topologi dibuat untuk menghubungkan semua simpul pada jaringan komputer, alokasi kapasitas jalur yang tepat dilakukan agar mampu menampung lalu lintas aliran data. Prosedur rute dan kendali aliran yang sesuai digunakan untuk mengakomodasikan beban jaringan adalah perancangan topologi dan alokasi kapasitas jalur. Beberapa algoritma digunakan untuk mencari topologi dan alokasi kapasitas jalur. Algoritma star, algoritma Esau-Williams, dan algoritma Chandy-Russel digunakan sebagai algoritma utama. Agar hasil yang diperoleh dapat digunakan pada keadaan yang sebenarnya, algoritma-algoritma tersebut disesuaikan dengan fakta yang ada dilapangan. Penyesuaian dilakukan antara lain dengan penggunaan teknik heuristik. Tugas akhir ini pada akhirnya menghasilkan arsitektur alat bantu untuk perancangan topologi dan alokasi kapasitas jalur. Arsitektur alat bantu untuk perancangan topologi dan alokasi kapasitas jalur. Arsitektur tersebut kemudian dikembangkan menjadi perangkat lunak NetTOP(Network Topology Optimizer). Meskipun NetTOP masih sangat sederhana, tetapi sudah dapat digunakan untuk melakukan perancangan, khususnya untuk jaringan komputer hubungan titik-jamak (multipoint connection). Hasil survei lapangan diterapkan pada NetTOp sehingga NetTOp menjadi lebih sesuai dengan fakta(keadaan yang sebenarnya) dilapangan.

  10. Yova Ruldeviyani

    Alat bantu reusability kelas dan objek pada tahap analisis dan perancangan

    Kebutuhan akan perangkat lunak selalu meningkat dengan cepat. Banyak metode yang telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan produktifitas pengembangan perangkat lunak, diantranya penerapan prinsip reusability. Prinsip tersebut dapat diterapkan pada setiap tahapan dalam daur hidup pengembangan perangkat lunak, terutama pada tahap analisis dan perancangan yang merupakan tahapan paling dominan. Berangkat dari hal diatas, dikembangakan suatu alat bantu untuk mendukung reusability pada OO-CASE tools. Alat bantu tersebut mendukung reusability kelas dan obyek yang merupkan hasil perumusan pada tahap analisis dan perancangan perangkat lunak dengan menggunakan metodologi berorientasi objek. Alat bantu yang dikembangkan merupakan bagian dari alat bantu penyunting diagram. Fasilitas dari alat bantu reusability antara lain memasukkan kelas dan objek yang baik untuk direuse ke dalam pustaka, dan temu kembali kelas dan objek pada saat diperlukan. Penempatan pada pustaka ditata dalam skema yang telah ditentukan. Untuk temu kembali dapat menggunakan pencarian dan penelusuran, di mana tampilan pustaka menggunakan hypertext. Diharapkan alat bantu reusability dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas pengembangan perangkat lunak.

  11. Wisnu Hadi Prawoto

    Pemodelan pengetahuan siswa berbasiskan batasan-batasan pada materi persamaan linear dengan satu variabel

    Model siswa secara singkat adalah informasi yang sistem ketahui tentang siswa yang bersifat individu dan mempunyai peranan yang penting dalam suatu pengajaran berbantuan komputer (Computer Aided Instruction), karena tanpa adanya model siswa tidak mungkin suatu sistem pengajaran berbantuan kompuer dapat beradaptasi dengan kebutuhan siswa yang bersifat individual. Tugas akhir ini mencoba untuk mengimplementasikan model siswa dengan teknik berbasiskan batasan-batasan. Teknik ini adalah suatu teknik yang baru dan belum pernah diimplementasikan ke dalam suatu Intelligence Tutoring System (ITS) atau yang biasa disebut sebagai pengajaran berbantuan komputer (CAI). Tugas akhir ini menjelaskan dasar teori, materi domain dimana model siswa akan diterapkan, juga menjelaskan bagaimana model mendapatkan pengetahuan dari siswa dan dari domain materi serta merepresentasikannya ke dalam model. Hasil analisa dan pengamatan menunjukkan bahwa mungkin teknik model siswa berbasiskan batasan-batasan dapat diterapkan sebagai salah satu alternatif dalam pembuatan model siswa khususnya pengembangan suatu ITS tetapi dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu.

  12. Boyke Komara Putra

    Simulasi perilaku industri manufaktur sederhana memakai metodologi berorientasi objek

    Pada umumnya dunia industri manufaktur menghadapi problema didalam menangani masalah job-order, dimana industri diharuskan untuk menyelesaikan pembuatan berbagai macam produk secara tepat waktu. Masalah tersebut tidak dapat diatasi tanpa adanya perencanaan yang baik. Rencana yang tepat hanya dapat dilakukan dengan mencobakan pada keadaan sesungguhnya, dan hal ini tidak mungkin dilakukan. Untuk mengatasinya diperlukan simulator yang dapat meniru (mimics) perilaku industri manufaktur yang sesungguhnya. Di dalam simulasi, industri manufaktur direpresentasikan dengan sejumlah objek, yaitu objek pesanan, proses produksi, sumber daya produksi, persediaan barang, biaya, pemasok, dan pelanggan. Atribut dari setiap objek merepresentasikan parameter dari objek tersebut didunia nyata. Proses produksi dalam industri terlihat riil dan bersifat dinamis, karena kita dapat melihat perubahan dari setiap parameter obyek yang tersedia. Simulator yang dibangun telah diujicobakan dengan beberapa kasus. Dari pengujian tersebut terlihat bahwa ada proses produksi yang tidak dapat dijalankan yang disebabkan karena material pembentuk produk tidak mencukupi.

  13. Dicky Suryadi

    Pembuatan model aplikasi penghasil gambar animasi gerakan bibir dengan metode penganalan fonem berbasis jaringan SOM

    Film animasi memiliki peranan yang berarti dari segi hiburan, pendidikan, dan bisnis, Namun, pembuatan film animasi membutuhkan usaha yang besar. Salah satu proses pembuatan film animasi yang dapat ditingkatkan efisiensinya oleh perangkat lunak komputer adalah proses penggabaran grakan bibir suara ucapan tokoh-tokoh animasi. Untuk mendukung proses pembuatan film animasi diatas, dikembangkan model perangkat lunak yang menerima masukan berupa berkas gelombang suara ucapan dan menghasilkan keluaran berupa gambar animasi gerakan bibir yang sesuai dengan suara ucapan tersebut. Pemetaan dari suara ucapan ke gerakan bibir didasarkan pada metode pengenalan fonem suara ucapan dengan jaringan neural buatan Kohonen SOM. Uji coba model memberikan tingkat keberhasilan yang cukup, disertai catatan atas hal-hal yang masih dapat disempurnakan atau dikembangkan lebih lanjut.

  14. Ivo Setyadi

    Evaluasi kinerja aplikasi microsoft visual C++ dan visual basic dengan studi kasus pengaksesan fort serial

    Penggunaan Microsoft Windows dewasa ini cenderung diarahkan untuk melayani aplikasi-aplikasi client-server. Kinerja aplikasi client-server dipengaruhi oleh beberapa faktor, yang antara alin adalah kinerja komunikasi dan intensitas penggunaan sumber daya WIndows oleh aplikasi tersebut. Faktor-faktor tersebut sangat dipengaruhi oleh kompilator yang digunakan. Penelitian ini dilakukan untuk memperlihatkan sejauh mana perbedaan antara dua aplikasi Windows yang dibangun untuk satu tujuan spesifik yang sama, namun dengan kompilator yang berbeda. Sebagai studi kasus, dibangun dua buah aplikasi Windows untuk pengaksesan port serial (melalui MSComm. VBX) dengan algoritme yang sama, namun dipergunakan kompilator yang berbeda yaitu Microsoft Visual C++ versi 1.5 dan Visual Basic versi 3.0. Penelitian ini diharapkan dapat juga digunakan sebagai bahan rujukan untuk pemrograman port serial dengan microsoft Visual C++ atau visual basic. Dari tiga besaran pengukuran kinerja yang umum digunakan, yaitu responsifitas, produktifitas, penelitian ini menunjukkan bahwa program pengaksesan port serial yang dibangun dengan Visual C++, lebih cepat dan lebih produktif daripada yang dibangun dengan Visual Basic, namun tidak ada perbedaan dalam hal pemakaian sumberdaya Windows

  15. Aneka Sulita

    Keamanan dan autentikasi pada telekonferensi X-Group

    Komputer konferensi adalah salah satu bentuk dati otomasi perkantoran yang memungkinkan para penggunanya, sebagai kelompok problem-solving, untuk bertukar informasi yang berguna untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang dihadapi. Komputer konferensi memberikan keuntungan karena tidak mewajibkan semua peserta konferensi/rapat untuk berada pada tempat yang sama pada waktu yang bersamaan.

    X-Group adalah perangkat lunak komputer konferensi. X-Group mempunyai fasilitas-fasilitas seperti percakapan lobby, komunikasi group, percakapan pribadi, pengiriman berkas, elektronik mail, dll. Saat ini X-Group mendukung pertukaran data dalam bentuk teks. X-Group masih akan dikembangkan hingga dapat mendukung pertukaran data video dan audio.

    X-Group, sebagai aplikasi yang berjalan dalam jaringan komputer, membutuhkan keamanan dan autentikasi. Untuk mengatasi masalah keamanan dan autentikasi X-Group, digunakan kriptografi dengan teknik RSA (Rivest-Shamir-Adleman) dan DES (Data Encryption Standard).

    Pustaka

    [Mcle95]	McLeod, Raymond, Jr. Management Information System. New
    		Jersey: Prentice-Hall, Inc., 1995.
    
    [Dough94]	Dougherty, D., Richard koman, and Paula Ferguson. The Mosaic
    		Handbook, for the X Windows System. Canada: O'Reilly &
    		Associates, Inc., 1994.
    
    [Budi91]	Budiardjo, Bagio. Komputer dan Masyarakat. Jakarta: PT. Elex
    		Media Komputindo., 1991.
    
    [Tanen89]	Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. Amsterdam: Prentice-
    		Hall, Inc., 1995.
    
    [STALL95]	Stallings, W., et.al. Implementing Internet Security. Indiana
    		polis, USA: New Riders Publishing, 1995.
    
    [Kauf95]	Kaufman, C., Radia Perlman, and Mike Speciner. Network
    		Security: Private Communication in Public World. New Jresey:
    		Prentice-Hall, Inc., 1995.
    
    [TANEN92]	Tanenbaum, Andrew S. Modern Operating System. New Jersey:
    		Prentice-Hall, Inc., 1992.
    
    [Ando96]	Andoko, Andrey. Kriptografi: Solusi untuk Mengamankan Data.
    		Kompas, Rabu, 29 Mei 1996.
    
    [Purn96]	Purnomo, Benny. Manajemen Percakapan dan Multicasting pada
    		Telekonferensi X-Group. Depok, Juli 1996.
    

  16. Benny Purnomo

    Manajemen percakapan dan multicasting pada telekonferensi Xgroup

    Suatu pertemuan atau rapat dapat dilakukan tanpa kehadiran secara fisik dari peserta-pesertanya dengan adanya telekonferensi (teleconference). Komputer konferensi (Computer conference) menjadi alternatif yang menarik untuk melakukan telekonterensi karena perkembangan jaringan komputer yang memungkinkan cakupan yang luas. Selain itu komputer konferensi tidak memerlukan peralatan yang dikhususkan untuk telekonferensi. Aplikasi Telekonferensi XGroup dibuat sebagai salah satu aplikasi komputer konferensi yang menyediakan fasilitas percakapan, dimana XGroup menyelenggarakan percakapan berupa data teks melalui jaringan internet. Fasilitas percakapan yang ada dalam XGroup adalah percakapan kelompok dan percakapan pribadi. Aplikasi XGroup dibuat sebagai aplikasi klien-pelayan (client-server) pada sistem operasi UNIX dan antarmuka X Window pada progam klien.XGroup mengimplementasikan teknik-teknik efisiensi pengiriman data dengan memperhatikan fairness pada segi penerima, terutama pada pengiriman data yang berukuran besar. XGroup menyediakan keterbukaan untuk penambahan modul keamanan(security) pada pengiriman data.

  17. Muhammad Helmy Arrazy

    Wahana Pemrograman Perangkat Lunak Aplikasi Berbasis Workflow

    Dewasa ini, bentuk visual mendapat perhatian dan memegang peranan di dalam pengembangan perangkat lunak aplikasi. Bentuk visual merupakan unsur tambahan selain teks, yang membantu dalam menjabarkan data dan algoritma program dari suatu sistem yang kompleks. Untuk merepresentasikan bentuk visual tersebut, diperlukan suatu wahana pemrograman secara visual yang menyediakan fasilitas-fasilitas pemrograman yang memadai dan didukung dengan teknik-teknik interasksi secara visual. Yang akan dilakukan dalam tuga akhir ini adlah menyediakan wahana pemrograman untuk mendukung pengembangan perangkat lunak aplikasi berbasis workflow. Perangkat lunak aplikasi ini mencoba menjabarkan pola gambar pada diagram workflow sebagai kontrol yang dapat diolah dan dimanipulasi, yang melihat keseluruhan alur proses dari suatu sistem dan aktivitas yang sedang dilakukannya. Wahana pemrograman yang dikembangkan dalam mendukung perangkat lunak aplikasi tersebut adalah dengan menggunakan dan menambah beberapa komponen dari wahana pemrograman yang sudah ada. Komponen tambahan yang dibuat adalah pustaka visual berupa custom cotrol. Pustaka tersebut merupakan kontrol yang mewakili dan menggambarkan proses-proses yang terdapat di dalam diagram workflow. Dengan demikian akan tercipta wahana pemrograman yang menyediakan fasilitas-fasilitas pemrograman yang mendukung pengembangan perangkat lunak aplikasi berbasis workflow.

  18. Sugianto Noviari

    Alat bantu penyunting diagram EER dan pemetaan otomatis diagram EER ke deklarasi OODMS tertentu

    Konsep pemodelan ER (Enity Relationship dan basisdata relasional yang sering dipakai sekarang kurang memadai untuk aplikasi-aplikasi basisdata bary yang lebih kompleks. Karena itu muncul konsep pemodelan yaitu konsep pemodelan dengan diagram Enhanced Entity Relationship atau singkat EER. Object Oriented Database(Basisdata berorientasi objek) atau disingkat OODB yang muncul sejak tahun 80-an ditunjukkan untuk memenuhi kebutuhan aplikasi-aplikasi basisdata yang lebih kompleks tersebut. Konsep pemodelan EER merupakan konsep baru, karena itu perangkat lunak alat bantu untuk merancang diagram EER juga masih jarang ditemui. Konsep OODB sendiri juga merupakan konsep baru, sehingga orang belum terbiasa memetakan diagram EER ke deklarasi suatu OODBMS. Untuk itu maka dalam tugas akhir ini dibuat alat bantu penyunting diagram EER dan pemetaan otomatis diagram EER ke OODBMS tertentu. Alat bantu ini berjalan dibawah sistem Windows. OODBMS yang dipilih sebagai keluaran adalah OODBMS ObjectStore. Alat bantu penyunting diagram EER yang dibuat mampu membuat semua notasi-notasi yang digunakan dalam diagram EER. Alat bantu pemetaan diagram EER ke OODMS yang dibuat mampu memetakan masukan berupa diagram EER ke dalam OODMS ObjectStore, sesuai dengan algoritme pemetaan yang digunakan.

  19. Iwan Mulyadi Kurniawan

    Prototip sistem workflow berbasis penyampaian pesan

    Sistem workflow membantu kelompok kerja suatu organisasi dalam mengotomasi proses bisnis, berdasarkan pada konsep rounting dokumen. Otomasi tersebut dimaksudkan untuk mengatasi masalah yang timbul akibat dari penyampaian dokumen yang dilakukan secara manual dari satu orang ke yang lainnya. Cara manual tersebut melibatkan banyak orang dan sangat bergantung pada dokumen kertas. Karakteristik dari sistem workflow tersebut adalah aktif dan terstruktur. Dalam penerapannya, sistem ini memudahkan dalam mengetahui status pekerjaan yang sedang diselesaikan. Sistem secara aktif memonitor setiap proses routing dan pemberitahuan pemakai bila proses tersebut selesai satu langkah. Pada proses yang terstruktur, penyelesaian sebuah pekerjaan mengikuti urutan langkah-langkah yang telah didefinisikan sebelumnya serta menggunakan format dokumen elektronis yang spesifik dan baku. Penelitian ini mengembangkan sistem worklow dalam bentuk prototip yang diterapkan pada permasalahan otorisasi dalam sistem akutansi. Implementasi sistem menggunakan MAPI (Messaging Applications Program Interface), untuk mengakses sistem penyampaian pesan Ms Mail pada jaringan Windows for Workgroup. Sistem penyampaian pesan tersebut dimanfaatkan untuk routing dokumen secara elektronis.

  20. Renata Magdalena

    Pemrosesan teks: penyusunan tesaurus secara otomatis dalam dalam bahasa Indonesia dengan analisis kluster hubungan lengkap (complete link)

    Jumlah dokumen yang semakin besar seiring dengan perkembangan informasi di Indonesia dan penggunaan istilah yang berbeda untuk konsep yang sama akan mempersulit pencarian dokumen berdasarkan istilah tertentu. Tesaurus diharapkan dapat membantu mengatasi kesulitan tersebut dengan memberikan sekelompok istilah sehingga semakin banyak dokumen relevan yang dapat ditemukan kembali. Penyusunan tesaurus perlu dilakukan secara otomatis, karena hal ini akan mempercepat proses pengelompokkan istilah, terutama jika jumlah istilah tersebut besar. Proses penyusunan tesaurus dalam penelitian ini dimulai dengan mengambil sejumlah istilah yang berasal dari beberapa dokumen. Proses berikutnya adalah menyusun Matriks Istilah-Dokumen dengan menghitung bobot istilah dalam setiap dokumen masukan. Matriks tersebut digunakan untuk menghitung kemiripan setiap pasangan istilah berdasarkan perhitungan dalam model ruang vektor (Vector Space Model), seperti Cosine atau Jaccard. Nilai kemiripan tersebut disimpan dalam matriks kemiripan (Similarity matrix) dan kemudian digunakan untuk mengelompokkan istilah-istilah secara hirarki dengan menggunakan teknik Kluster hubungan lengkap (Complete Link Cluster). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran struktur hirarki istilah dalam dokumen-dokumen masukan dan sejauh mana metode yang digunakan dapat menyusun tesaurus secara otomatis.

  21. Muhammad Fadlisyah

    Alat bantu pembangkit dokumen hiperteks untuk dokumentasi analisis berorientasi obyek

    Kegiatan pengembangan perangkat lunak membutuhkan suatu alat bantu yang dapat menyediakan dokumentasi dari sistem yang dikembangkan secara cepat dan efisien. Informasi yang terkadang pada dokumentasi harus terus diperbaharui agar sejalan dengan kegiatan pengembangan. Bentuk dokumen cetakan pada kertas kurang dapat memenuhi kebutuhan ini, karena proses pembuatannya kurang efisienInformasi yang terdapat dalam dokumen harus mudah untuk diakses. Jumlah informasi yang harus dikelola pada kegiatan pengembangan akan semakin besar, sejalan dengan kegiatan itu sendiri. semakin besar informasi akan dapat berakibat semakin sulit informasi tersebut diakses. Sistem hiperteks dapat memecahkan permasalahan-permasalahan tersebut. Proses pembuatan dokumen dalam media elektronik akan jauh lebih cepat dari bentuk dokumen biasa. Sistem hiperteks juga memberikan kemudahan dalam pengaksesan informasi dalam jumlah besar. Penelitian yang dilakukan adalah mengembangkan suatu alat bantu yang dapt menghasilkan dokumen-dokumen hasil kegiatan analisis berorientasi obyek dalam bentuk hiperteks. Alat bantu yang dikembangkan adalah bagian dari OO/CASE, atau wahana untuk pengembangan perangkat lunak berorientasi obyek. Pengembangan alat bantu pada penelitian ini dilakukan dengan menerapkan metodologi berorientasi obyek

  22. Andre Heru Irianto

    Alat Bantu Pengujian Kelas Berbasis Spesifikasi

    Pemrograman berorientasi obyek tidak terlepad sari kesalahan-kesalahan yang biasa terjadi pada pemrograman tradisional. PRogram berorientasi obyek bahkan dapat berisi kesalahan yang tidak terdapat pada program tradisional. Hal itu disebabkan karena kemampuan baru bahasa berorientasi obyek, seperti pewarisan dan polimorfisme, selain menguntungkan juga dapat menimbulkan kemungkinan kesalahan baru. Untuk mencari kesalahan-kesalahan tersebut sebagian dari teknik pengujian tradisional masih dapat diterapkan, tetapi diperlukan strategi pengujian yang baru, yang berbeda dengan pengujian tradisional. Pada penulisan tugas akhir ini dibahas mengenai pengujian kelas, unit terkecil yang dapat diuji pada program berorientasi obyek. Pengujian dilakukan dengan menggunakan metode pengujian berbasis-spesifikasi. Pada pengujian berbasis-spesifikasi, perilaku (behavior) kelas diuji be rdasarkan spesifikasi kelas tersebut, tanpa menganalisa rincian kode sumbernya. Perilaku kelas diuji, mengendalikan urutan eksekusi layanan kelas, dan memeriksa perilaku yang dihasilkan. Untuk membantu pengujian kelas dibuat suatu alat bantu yang berfungsi untuk memilih kasus uji, membuat pengendali uji, dan membandingkan hasil pengujian. Alat bantu melakukan pemilihan nilai kasus uji berdasarkan informasi pada spesifikasi kelas (berupa berkas teks yang ditulis dengan format tertentu. Informasi tersebut diperoleh dengan menerapkan teknik partisi ekivalen, analisis nilai batas, dan graf sebab-akibat. Kasus uji berfungsi sebagai nilai masukan untuk kelas yang diuji. Pengendali uji dibuat berdasarkan informasi mengenai urutan eksekusi layanan yang diperoleh.

  23. Rachmat Daradjat

    Penggunaan jaringan komputer semakin populer dewasa ini. Banyak orang yang semakin tertarik untuk memanfaatkan jaringan komputer baik untuk pribadi atau bisnis, terutama dengan kehadiran jaringan Internet. Tetapi, seiring dengan itu pula semakin banyak orang yang berniat tidak baik untuk memanfaatkan kelemahan yang ada pada jaringan komputer.

    Tugas akhir ini melakukan studi terhadap keamanan jaringan komputer, khususnya jaringan yang berbasis protokol TCP/IP. Studi ini terdiri atas dua bagian besar, yakni evaluasi aplikasi jaringan Unix dan penelusuran berbagai teknik yang dapat dipergunakan untuk pembatasan akses pada suatu jaringan. Melalui evaluasi ini dapat diketahui berbagai kelemahan yang bisa terjadi pada aplikasi jaringan. Evaluasi aplikasi jaringan Unix mempergunakan prorgram Security Administrator Tool for Auditing Networks (SATAN). Sedangkan untuk membatasi akses antar jaringan, diperkenalkan konsep firewall. Ada berbagai cara untuk menerapkan firewall pada suatu jaringan, baik melalui sebuah peralatan khusus atau dengan menggunakan perangkat lunak tertentu. Pada studi ini telah diuji coba sebuah perangkat lunak untuk diterapkan sebagai firewall, yakni socks5.

    Dari hasil evaluasi aplikasi jaringan Unix menunjukkan bahwa pada jaringan Fasilkom, berbagai aplikasi yang mempunyai masalah ternyata telah diperbaiki dengan mempergunakan versi yang terbaru. Dari uji coba menunjukkan bahwa socks5 adalah sebuah solusi yang murah untuk dapat diterapkan pada jaringan yang sederhana.

    Pustaka

    [ALB93]		Albitz, Paul & Cricket Liu. DNS and BIND in a Nutshell. 
    		Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
    
    [CHA95]		Chapman, D. Brent & Elizabeth D. Zwicky. Building Internet
    		Firewalls. Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1995.
    
    [COM88]		Comer, Douglas E. Internetworking with TCP/IP: Principles,
    		Protocols, and Architecture. Englewood Cliffs: Prentice-Hall,
    		Inc., 1988.
    
    [GAR93]		Garfinkel, Simson & Gene Spafford. Practical Unix Security.
    		Sebastopol, CA: O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
    
    [HUN93]		Hunt, Craig. TCP/IP Network Administration. Sebastopol, CA:
    		O'Reilly & Associates, Inc., 1993.
    
    [MAR89]		Martin, James & Kathleen Kavanagh Chapman. Local Area Networks:
    		Architectures and Implementations. Englewood Cliffs:
    		Pretice-Hall, Inc., 1989.
    
    [STE90]		Stevens, W. Richard. Unix Network Programming. Englewood Cliffs:
    		: Prentice-Hall, Inc., 1990.
    
    [TAN88]		Tanenbaum, Andrew S. Computer Networks. 2nd edition.  Englewood
    		Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1988.
    
    [TAN92]		Tanenbaum, Andrew S. Modern Operating System. Englewood
    		Cliffs: Prentice-Hall, Inc., 1992.
    

  24. Rehulina Tarigan

    Computer-Aided Information Strategy Planning atau alat bantu untuk Perencanaan Strategi Informasi (PSI) merupakan alat bantu berbasiskan komputer untuk melakukan perencanaan strategi informasi, sehingga proses perencanaan dapat menjadi lebih mudah dilakukan. Perencanaan informasi secara strategi adalah salah satu tahapan dalam information engineering (rekayasa informasi) yang merencanakan dan menentukan kebutuhan-kebutuhan informasi, teknologi yang cocok untuk perusahaan, arsitektur serta cakupan kegiatan bisnis yang akan dilakukan.

    Dalam skripsi ini penulis akan mencoba membuat alat bantu untuk PSI yang bertujuan untuk membantu proses perencanaan informasi. Alat bantu dapat di pakai untuk memetakan 2 entitas yang saling berhubungan. Disamping itu alat bantu dapat digunakan sebagai alat pemandu bagi pemakainya sehingga pemakai dapat mengerti langkah-langkah PSI. Hal ini dimungkinkan karena alat bantu dilengkapi dengan sistem Help Windows.

    Dengan memakai alat bantu ini, diharapkan semua data dan informasi yang di perlukan dapat diproses sesuai kebutuhan. Sehingga data dan informasi tersebut dapat menjadi suatu kerangka yang kuat untuk tahapan berikutnya dari metadologi rekayasa informasi.

    Pustaka

    [MART90]	Martin, James. Information Engineering: Planning and 
    		construction New Jersey: Prentice Hall. Inc, 1990.
    
    [MART89a]	Martin, James. Information Engineering: Introduction. New
    		Jersey: Prentice Hall Inc, 1989.
    
    [MART89b]	Martin, James and Leben, Joe. Strategic Information Planning
    		Methodologies. London: Prentice Hall Inc, 1989.
    
    [MICR93]	Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming 
    		System for Windows 3.0: Programmer's 3.0: Programmer's Guide.
    		Perangkat Lunak dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
    
    [MICR93]	Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
    		System for Windows 3.0 : Language Reference. Perangkat Lunak
    		dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
    
    [MICR93]	Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming
    		System for Windows 3.0: Profesional Features Book 1.
    		Perangkat Lunak dan Manual. USA: Microsoft Corporation, 1993.
    
    [MICR93]	Microsoft Corporation. Microsoft Visual Basic Programming 
    		System for Windows 3.0: Profesional Features Book2.
    		Perangkat Lunak dan Manual.USA: Microsoft Corporation, 1993.
    
    [NORT93]	Norton, Peter. Visual Basic For Windows 3th Ed. USA: Michael
    		Violano, 1993.
    
    [SJART95]	Sjartuni, Ananta. Pemrograman Windows Dengan Visual Basic 3.0.
    		Jakarta: PT. Elex Media Komputindo, 1995.
    
    [ELMA89]	Elmasri,Ramez and Navathe, Shamkant B. Fundamentals Of Database
    		systems 2nd Ed. Redwood City: The Banjamin/Cummings Publishing
    		Company, Inc., 1989.
    

  25. Desalina Sofianti

    Sistem Informasi Eksekutif (SIE) sebagai salah satu bentuk sistem informasi membutuhkan berbagai ragam informasi yang disaring dari berbagai sumber. Informasi yang diambil dapat berupa informasi terstruktur dari suatu basis data yang relational, informasi resmi-terstruktur maupun yang tak terstruktur. Untuk memenuhi kebutuhan pengambilan informasi tersebut, dibutuhkan suatu fasilitas akses informasi dalam SIE yang dapat mengintegrasikan berbagai sumber informasi, baik terstruktur, semi-terstruktur. Fasilitas akses informasi, harus fleksibel dan cukup luwes dalam mengantisipasi perubahan pemakai SIE.

    Penelitian ini bertujuan untuk merancang fasilitas integrasi informasi dari berbagai sumber dengan melakukan pemisahan fungsi. Tujuan pemisahan fungsi adalah untukj meningkatkan keluwesan sistem dalam pengambilan informasi dan menyesuaikannya dengan kebutuhan sistem. Penelitian ini menggunakan salah satu komponen arsitektur SIPINTAS (Sistem Informasi Pimpinan Universitas), yaitu MCSIR (MultiSources Client-Server Information Retrieval) sebagai titik tolak pengembangan. MCSIR dikembangkan di lingkungan pelayan HTTP. Komponen-komponen MCSIR yang dikembangkan adalah komponen Presentasi dan Komponen Gateway.

    Pada akhir penelitian ini dihasilkan prototipe MCSIR yang dapat membantu aplikasi SIE dalam melakukan fasilitas pengambilan informasi dan integrasi informasi dari sumber terstruktur, tak terstruktur dan semi-terstruktur. Prototipe ini diujicobakan pada salah satu aplikasi SIPINTAS, yaitu aplikasi untuk pembimbing Akademik dan di evaluasi terhadap aplikasi PA tanpa MCSIR dan produk-produk sejenis modul-modul di MCSIR.

    Pustaka

    [ABD5a]		Abdat, Sjarif dkk, "SIPINTAS: an Executives Information 
    		System for the University of Indonesia" in: Proceeding the
    		Third International Conference on Decision Support System,
    		Hongkong 1995.
    
    [ABD5b]		Abdat, Sjarif, Johny Moningka, Santoso Wibowo dan Benny N,
    		"Integrasi SQL-Server dan Web-Server serta penerapannya pada
    		Sistem Informasi Eksekutif", KKN 1995.
    
    [AHO86]		Aho,A.V., Ravi Sethi and Jeffre D. Ullman, Compilers:
    		Principles, Techniques, and Tolls, Reading Massachusetts:
    		Addison Wesley Publishing Co., 1986.
    
    [COM91]		Comer, D.E., Internetworking With TCP/IP, 2nd ed., Englewood
    		Cliffs: Prentice Hall Inc., 1991.
    
    [EUR96]		European Southern Observatory (ESO), "WDB: a Web to Database
    		Interface", HTTP://archieve.eso.org/WDB/html/, 1996.
    
    [HOP93]		Hopcroff, John E. Introduction to Automata Theory Languages
    		and Computation, Reading Mass: Addisson-Wesley, 1989.
    
    [JAS93]		Jason, "GSQL: a Simple Mosaic Gateway to SQL Database",
    		HTTP://base.ncsa.uiuc.edu: 1234/gsqlsrc/SOFT/gsql_new.html,
    		1993.
    
    [MCL93]		Mc. Leod, Raymand, Management Information System, 5th ed, New 
    		York: Macmillan Publishing Company, 1993
    
    [STE90]		Stevens, W.R., Unix Network Programming, Englewood Cliffs:
    		Prentice Hall inc., 1990.
    
    [SYB96]		Sybade, "Web.sql: Information and Spesification", HTTP://www.
    		sybase.com/products/internet/websql/, 1996.
    
    [WAT92]		Watson, Hugh J. et.al, "Executives Information System:
    		a Framework for Development and a Survey of Current Pratices"
    		in: EIS Emergence, Development, Impact, Toronto: John Willey
    		and Sons Inc, 1992.
    
    [WIB95]		Wibowo, Santoso, "Prototipe SIPINTAS dengan Dukungan Sumber
    		Informasi dari Beberapa Sumber", Skripsi Sarjana: Fakultas
    		Ilmu Komputer Universitas Indonesia, 1995.
    

<<<PREV | ^^TOP^^
[LOCAL LOGO 1] Copyright © 1997-2004 vLSM.org . Provided AS-IS with no LIABILITY. Permission is granted to copy, distribute, and/or modify this webpage provided this notice is preserved. MIRRORS of this site: PadiNET - Fusilkom-UI. File revision: 9.2 2003/03/28 -- E-CONTACT. Special thanks for this webspace provider. [LOCAL LOGO 2]